Kamis, 30 April 2015

KONVERGENSI AKUNTANSI



KONVERGENSI AKUNTANSI
Konvergensi  merupakan penggabungan dua hal atau lebih, untuk bertemu dan bersatu dalam suatu titik. Konvergensi standar akuntansi internasional (IFRS) berarti penggabungan atau pengintegrasian standar akuntansi yang ada di setiap negara untuk digunakan dan diarahkan ke dalam satu titik tujuan yaitu IFRS (International Financial Reporting Standart).
International Financial Reporting Standard (IFRS) merupakan standar pencatatan dan pelaporan akuntansi yang berlaku secara internasional yang dikeluarkan oleh International Accounting Standard Boards (IASB), sebuah lembaga internasional yang bertujuan untuk mengembangkan suatu standar akuntansi yang tinggi, dapat dimengerti, diterapkan, dan diterima secara internasional.
Pengertian konvergensi IFRS yang digunakan merupakan awal untuk memahami apakah penyimpangan dari PSAK harus diatur dalam standar akuntansi keuangan. Pendapat yang memahami konvergensi IFRS adalah full adoption menyatakan Indonesia harus mengadopsi penuh seluruh ketentuan dalam IFRS, termasuk penyimpangan dari IFRSs sebagaimana yang diatur dalam IAS 1 (2009): Presentation of Financial Statements paragraf 19-24. IFRS menekankan pada principle base dibandingkan rule base.
Tujuan akhir dari konvergensi IFRS adalah PSAK sama dengan IFRS tanpa adanya modifikasi sedikitpun. Di sisi lain, tanpa perlu mendefinisikan konvergensi IFRS itu sendiri, berdasarkan pengalaman konvergensi beberapa IFRS yang sudah dilakukan di Indonesia tidak dilakukan secara full adoption.
Sasaran Konvergensi IFRS tahun 2012, yaitu merevisi PSAK agar secara material sesuai dengan IFRS versi 1 Januari 2009 yang berlaku efektif tahun 2011/2012, Konvergensi IFRS di Indonesia dilakukan secara bertahap. Adapun manfaat yang diperoleh dari konvergensi IFRS adalah memudahkan pemahaman atas laporan keuangan dengan penggunaan SAK yang dikenal secara internasional, meningkatkan arus investasi global melalui transparansi, menurunkan biaya modal dengan membuka peluang fund raising melalui pasar modal secara global, menciptakan efisiensi penyusunan laporan keuangan.
Manfaat konvergensi IFRS adalah :
1.      Memudahkan pemahaman atas laporan keuangan dengan Standar Akuntansi Keuangan yang dikenal secara internasional.
2.      Meningkatkan arus investasi global melalui transparansi.
3.      Menurunkan biaya modal dengan membuka peluang fund raising melalui pasar modal secara global.
4.      Menciptakan efisiensi penyusunan laporan keuangan.
5.  Meningkatkan kualitas laporan keuangan, dengan mengurangi kesempatan untuk melakukan earning management.

Perlunya konvergensi ke IFRS adalah:
1.      Mengurangi peran dari badan otoritas dan panduan terbatas pada industri-industri spesifik.
2.    Pendekatan terbesar pada subtansi atas transaksi dan evaluasi dimana merefleksikan realitas ekonomi yang ada.
3.    Peningkatan daya banding laporan keuangan dan memberikan informasi yang berkualitas di pasar modal internasional.
4.  Menghilangkan hambatan arus modal internasional dengan mengurangi perbedaan dalam ketentuan pelaporan keuangan.
5.     Mengurangi biaya pelaporan keuangan bagi perusahaan multinasional dan biaya untuk analisis keuangan bagi para analis.
6.      Meningkatkan kualitas pelaporan keuangan menuju “best practise”.
Permasalahan yang dihadapi dalam impementasi dan adopsi IFRS yaitu:
1.      Translasi Standar Internasional
2.      Ketidaksesuaian Standar Internasional dengan Hukum Nasional
3.      Struktur dan Kompleksitas Standar Internasional
4.      Frekuensi Perubahan dan Kompleksitas Standar Internasional. Seperti IFRS menekankan pada fair value dan meninggalkan historical value

SOAL:
1.      Standar akuntansi internasional yang diterbitkan oleh IASB (International AccountingStandard Board) adalah….
a.       IFRS
b.      PSAK
c.       FASB
d.      SAK
Jawaban : A
2.      Kepanjangan IFRS adalah..
a.       International Financial Report System
b.      International Financial Report Standart
c.       International Finance Report Standart
d.      International Finance Report System
Jawaban: B
3.       Berikut ini adalah manfaat dari konvergensi IFRS, kecuali
a.       Menciptakan efisiensi penyusunan laporan keuangan.
b.      Meningkatkan arus investasi global melalui transparansi.
c.       Menurunkan biaya modal dengan membuka peluang fund raising melalui pasar modal secara global.
d.      Meningkatkan kualitas pelaporan keuangan menuju “best practise”.
Jawaban: D
4.      Permasalahan yang dihadapi dalam impementasi dan adopsi IFRS, yaitu…
a.      Frekuensi Perubahan dan Kompleksitas Standar Internasional. Seperti IFRS menekankan pada fair value dan meninggalkan historical value
b.      Translasi Standar Nasional
c.       Kesesuaian Standar Internasional dengan Hukum Nasional
d.      Struktur dan Kompleksitas Standar Nasional
Jawaban: A
5.      Pada tahun berapa sasaran konvergensi IFRS..
a.       2010
b.      2011
c.       2012
d.      2013
Jawaban: C

Sumber:
Choi, Frederick D.S dan Gerhard D. Mueller. 2005. Akuntansi Internasional, Buku 1 edisi 5. Jakarta:Salemba Empat.
https://kartikagaby.wordpress.com/2014/06/12/konvergensi-akuntansi-international/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar